PENGERTIAN HAZARD ANALYSIS and RISK-BASED PREVENTIVE CONTROL
Dalam industri makanan kita mungkin sudah familiar dengan sistem food safety seperti GMP, ISO, FSSC, HACCP, HARCP maupun TACCP/VACCP, kesemuanya adalah sistem dimana secara general untuk menciptakan(memproduksi) makanan dengan jaminan keamanan serta kualitas tinggi.
Ada beberapa kebingungan dalam pengertian tentang Analisis Bahaya dan Titik Kendali Kritis(HACCP) dan sistem keamanan makanan yang lebih advance, yakni Analisis Bahaya dan Kontrol Preventif Berbasis Risiko(HARPC). Dan berikut adalah penjelasannya perbedaan yang utama.
Menurut Laurel Mayol dari Food Online. “HARPC bukan merupakan standar global, tetapi standar Amerika Serikatyang diperbarui dan dimasukkan ke dalam Undang-Undang Modernisasi Keamanan Makanan (FSMA) pada 4 Juli 2012. Sedangkan HACCP umumnya berlaku untuk proses produksi makanan dengan kadar asam-rendah, makanan kaleng, jus, dan makanan laut, dan HARPC berlaku untuk hampir semua fasilitas pengolahan makanan”
HARPC sendiri adalah singkatan dari “Hazard Analysis and Risk-Based Preventive Control” Istilah ini berasal dari Food Modernisasi Act (FSMA), yang dijelaskan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA),
![]() |
| Doc. W&G Today |
![]() |
| Doc. Food Safety Magazine |
Menurut artikel yang di kutip darihttp://www.foodsafetymagazine.com “HARPC merupakan proses baru yang memerlukan identifikasi dan pencegahan semua bahaya keamanan pangan yang dapat diduga sebelumnya apakah terjadi secara alami atas resiko resiko yang masuk ke dalam fasilitas proses pangan, dan tidak hanya yang diidentifikasi oleh Metode Analisis Bahaya dan Titik Kendali Kritis (HACCP)”
![]() |
| Doc. Food Safety Magazine |
Proses baru ini yang disebut sebagai Analisis Bahaya dan Kontrol Preventif Berbasis Risiko (HARPC). Sementara rencana keamanan pangan harus menggambarkan basis pengetahuan saat ini yang digunakan perusahaan makanan untuk mencegah masalah keamanan pangan di masing-masing produk pangan yang diproduksi,
HARCP sendiri berperan untuk mengidentifikasi beragam bahaya yang terjadi karena efek samping dari berbagai proses pengolahan, pengepakan, dan langkah-langkah perlakuan terhadap produk makanan itu sendiri. Setelah itu mengevaluasi setiap bahaya yang kemungkinan terjadi. Dan langkah-langkah apa saja yang diperlukan untuk meminimalkan atau mencegah munculannya.
Contoh jenis kontrol pencegahan meliputi:
- Prosedur sanitasi di setiap titik kontak permukaan makanan
- Sanitasi peralatan dan perlengkapan
- Pelatihan kebersihan pekerja
- Program pengendalian alergen pada makanan
- Perbaikan sistem GMP (cGMPs)
- Kontrol rantai suplai (supply chain)
HARPC dalam implementasinya mewajibkan fasilitas makanan untuk membuat dan menerapkan program pemantauan tertulis, yang memastikan bahwa perusahaan sedang melakukan evaluasi rutin terhadap langkah-langkah pengendalian fasilitas untuk menentukan bahwa setiap kontrol pencegahan di jalankan secara efektif.
Kesimpulannya, HARPC yang digunakan untuk mengendalikan berbagai bahaya yang ditemukan di berbagai fasilitas yang memproduksi makanan.



Komentar
Posting Komentar